Indonesian Heritage: Rempeyek


by Mellyani Hambali October 31, 2015

rempeyek_kacang_nyonya_melly 

Saat waktunya sarapan pagi, saya sering berjalan kaki ke pasar dan membeli seporsi nasi pecel pincuk yang dilengkapi dengan sekeping rempeyek. Sudah merupakan pasangannya, pecel dan rempeyek.


Rempeyek, bagi yang belum familiar, adalah sejenis kerupuk renyah yang terbuat dari campuran tepung, air dan berbagai bahan lainnya. Adonan tepung tersebut lalu ditaburi bahan-bahan seperti potongan kacang tanah, teri, teri medan, kacang hijau, kacang kedelai, atau udang rebon lalu digoreng di atas wajan dengan api kecil. Saat digoreng, adonan tepung tadi berfungsi sebagai pengikat bahan-bahan taburan tersebut.
Berbeda dengan kerupuk pada umumnya, karena rempeyek ini langsung digoreng dari adonan, bukan dikeringkan seperti pembuatan kerupuk.

Kalau ditanya dari mana rempeyek bermula, banyak yang mengatakan bahwa asal-muasalnya berasal dari Pulau Jawa. Walaupun sekarang ini rempeyek banyak ditemukan di berbagai daerah selain Jawa. Bahkan sampai ke Malaysia dan Suriname hidangan ini juga masih dapat ditemukan.

Identik sebagai teman setia hidangan pecel, rempeyek mengalami sedikit sekali evolusi dari bentuk asalnya. Sejak jaman orang tua saya dulu, bentuk dasar dan resepnya pun tetap sama. Rempeyek terbuat dari campuran tepung, telur, dan air yang dibumbui dengan bawang putih, daun jeruk, ketumbar, kunyit, kemiri, dan garam.

Walaupun bahannya terlihat mudah dan sederhana, proses pembuatannya sendiri tidak bisa saya bilang mudah. Butuh ketelatenan dan kesabaran dalam pembuatannya, mulai dari proses mengaduk tepungnya sehingga merata tidak berbutir-butir, sampai proses menggorengnya yang butuh kesabaran ekstra. Proses menggoreng rempeyek ini dilakukan satu persatu dan tidak bisa ditinggal supaya rempeyek tidak terlalu masak.

Saya menghabiskan waktu sebulan untuk belajar membuat rempeyek dengan rasa dan kerenyahan yang pas, setelah berhasil mengaduk lemari untuk menemukan resep orang tua saya... Tapi hasil rempeyeknya sungguh rewarding, renyah sebagai cemilan sore di saat minum teh atau dimakan dengan seporsi nasi pecel hangat. Mmm... Yuk ngemil rempeyek sore ini..




Mellyani Hambali
Mellyani Hambali

Author




Also in News

Layanan Delivery Deliveree Nyonya Melly
Layanan Delivery Deliveree Nyonya Melly

by Mellyani Hambali December 28, 2016

Read More

Ritual Larung Saji Masyarakat Jawa
Ritual Larung Saji Masyarakat Jawa

by Mellyani Hambali October 05, 2016

Read More

Ritual Siraman Calon Pengantin Jawa
Ritual Siraman Calon Pengantin Jawa

by Mellyani Hambali August 31, 2016

Read More

Sale

Unavailable

Sold Out